Kurikulum Tersembunyi Pengembangan Soft Skill Santri, Oleh : Ust. DR. H. Khairuddin Saleh, S.Ag, M.Pd.I
Kurikulum Tersembunyi Pengembangan Soft Skill Santri, Oleh : Ust. DR. H. Khairuddin Saleh, S.Ag, M.Pd.I
Aset arus utama SDM kota minyak bertambah, bolehlah kita berbangga. Duri punya Doktor satu lagi.
Dialah DR. H. Khairuddin Saleh, S.Ag., M.Pd.I. Pria yang perjalanan hubb nya tak bisa dilepaskan dari Ponpes Hubbul Wathan ini, adalah Doktor yang ke 184 UIN Suska, Pekanbaru.
Khusus di Ponpes Hubbul Wathan, ia doktor kedua setelah Abdullah Syarif. Di negeri Junjungan Bengkalis, ia Doktor ke enam, dan termuda.
Alumni Pondok Pesantren Hubbul Wathan, Duri ini berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan Sidang Promosi Doktor di UIN SUSKA Pekanbaru, 27 Agustus lalu, berjudul Hidden Curriculum Dalam Pengembangan Soft Skill Santri Pondok Pesantren Modern Binaan Gontor Provinsi Riau. Lulus dengan predikat Amat Baik.
Lebih jauh dengan pria Bagan Siapi api yang sejak Aliyah, sudah berdakwah ini, berikut petikan wawancaranya dengan duritimes.com, di Katakopi, Selasa, 6 Oktober 2020.
Hubbul Wathan adalah hidup Anda. Bisa dijelaskan,
Saya ini produk Hubbul Wathan. Kecintaan saya pada HW, tak bisa diungkapkan dengan kata kata. HW Banget.
Riwayat pendidikan saya dari MI, MTs, MA, hingga STAI, pahit manis, suka dan duka, berlabuh di nama besar Hubbul Wathan. Riwayat hidup saya tak bisa dipisahkan dari riwayat pendidikan saya. Karena hidup saya ya, di dunia pendidikan itu.
Mengaji, mengajar, mengabdi, menjadi satu tarikan nafas. Saya harus gigih berjuang, susah payah, sehingga bisa melanjutkan S2 dan S3 di UIN Suska, Pekanbaru.
Judul Disertasi Anda menyebut Hidden Curriculum, apa itu.
Hidden Curriculum, kurikulum itu ada dua, yang nyata dan yang tersembunyi (tidak tertulis), di dunia santri, dikenal istilah Pancajiwa (Ponpes Gontor), yaitu Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian, Ukhuwah Islamiyah dan Berjiwa bebas.
Hubungannya dengan kurikulum tersembunyi.
Kelima unsur tadi, tidak ada dalam kurikulum tertulis, tapi ditanamkan langsung di jiwa para santri. Berbuat, kerja, belajar, tanpa pamrih. Bebas dan Ikhlas. Intinya adalah pendidikan karakter santri. Seperti butir-butir Budi Pekerti. Kalau di zaman Pak Harto dulu, kan ada Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
Lalu pola pembelajaran dan metode evaluasinya, seperti apa.
Polanya menyesuaikan dalil syari, memberikan pengertian, pemahaman, lalu diaplikasikan, dalam keseharian santri.
Bentuk evaluasi atau tolok ukur hidden kurikulum, ya akhlakul karimah. Kalau dibuat grafik atau dikuantitatifkan memang gak ketemu. Akhlak atau tingkah laku sehari-hari itu, ketemu di uswatun hasanah.
Soft Skill itu.
Soft skill bagi santri itu berkaitan dengan kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, keramahan, kecerdasan emosional dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Fokusnya pengembangan budi pekerti,
karena begitu luasnya persoalan akhlak.
Terkait pendidikan, Kota Duri perlu apa ke depan.
Duri membutuhkan Universitas. Karena hanya dengan itu, menjawab semua kebutuhan masyarakat, di masa depan.
Tentu program studinya yang erat kaitannya dengan migas, perkebunan, perbankan, ekonomi dan bisnis.
Kalau persoalan sosial, jalan tengah apa, yang bisa menjembatani dikotomi tempatan dan pendatang.
Membangun persepsi, Duri adalah rumah kita, ayo dibangun dan dikembangkan bersama, sesuai skill dan potensi diri kita. Sudah gak jamannya, sibuk dengan isu pendatang dan tempatan, itu kaji menurun.
Cara membangun persepsinya.
Membangun persepsi, dengan membuat wadah, atau forum ini itu, akan kembali berwarna politis. Toolnya, kita pikirkan sambil jalan, fokus saja pada kepentingan bersama. Mari kita duduk bersama, sebab duduk bersama itu, juga bisa menjadi tool. Setelah bisa duduk bersama, pasti bisa berdiri sama tinggi.
Kemudian pemerintah berperan dalam membangun konduktivitas, terutama program program yang semestinya menyentuh ke semua lini (stakeholder).
Diversitas Anda.
Sejak Aliyah, saya sudah menjadi aktivis pendakwah, pernah aktif di Pengurus Kwarran Gerakan Pramuka Mandau, Sekjen MUI, Kecamatan Bathin Solapan. Dewan Pengurus LPTQ Mandau dan Bathin Solapan, serta Hakim MTQ Cabang Khat, hingga tingkat provinsi Riau.
Wakil Ketua IKROHIL Duri, Bengkalis, serta Dewan Pengurus LAMR Bathin Solapan.
Sosok Bupati Bengkalis ke depan, pendapat Anda.
Kita berharap Pilkada 2020 bisa berjalan dengan baik, dan kondusif. Meski di tengah covid19. Bengkalis ke depan memerlukan pemimpin yang agamis, intelektual, dan berakhlaqul karimah.
Kemenangan itu membutuhkan keridlaan. Kalau Allah SWT sudah ridla, maka Allah akan mudahkan segala urusan.
