MADING STUDENT ARSYAD : CERPEN TERJEBAK DI DUNIA PERI
Namaku
Raya, aku duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama (SMP). Aku itu orangnya
kurang suka dengan cerita fantasi. Menurutku cerita fantasi itu cerita yang
membosankan. Hmm… dan juga cerita itu kan tidak nyata dan tidak mungkin terjadi
di dunia nyata.
Paginya aku
pergi ke Sekolah. Aku melihat semua temanku membaca. Ternyata mereka sedang
membaca cerita fantasi.
”Hey Raya!
Sini!”, kata temanku yang bernama Aurel.
Aku pun menghampirinya.
”Ada apa?”, tanya ku.
“Lihat
cerita ini! Cerita ini sangat seru. Ayo kita baca bersama!”, kata Aurel lagi.
“Akhh.. maaf
Aurel, tapi aku tidak suka dengan cerita fantasi. Lagian peri-peri itukan tidak
nyata”, Kataku sembari pergi.
Ketika pulang
sekolah, aku pulang bersama Aurel karena rumah kami searah.
“Ray, nanti
mau gak baca cerita tentang peri-peri itu bersama ku?”, tanya Aurel.
“Huuh..
sudahku bilang cerita itu sangat membosankan. Lagian kan peri itu tidak nyata. Kamu
sudah besar kok masih suka sama peri-peri itu sih”, jawab ku.
“hmm yasudah
lah. Aku berharap banget diajak ke dunia peri dan berpetualang bla bla bla”, kata
Aurel sambil bercerita tentang dunia peri itu.
“Halu mu
ketinggian banget Rel, hmm sampai ketemu besok Aurel! Bye!”, kataku
“Byee!”, balasan
Aurel.
Esok
harinya aku pergi ke Taman. Aku menemukan sebuah portal besar. Karena aku
penasaran, aku pun mendekatinya. Tiba-tiba aku terseret masuk ke dalam portal
itu.
“Eh aku ada
dimana?”, tanyaku dalam hati.
Tiba-tiba
ada seseorang membawa ku ke suatu tempat. Disana ada orang yang tidak ku kenal.
“Hai! Perkenalkan namaku Nadya. Seseorang
yang ada di belakang mu itu bernama Naysa, dan peri kecil ini bernama Fira”, kata
Nadya.
“Salam
kenal semuanya. Nama ku Raya. Oh iya aku ada dimana ini?”, tanyaku.
Fira pun
menjawab “Pasti kamu terbawa ke dunia ini dengan portal”
“hmm yaa,
waktu itu aku sedang di taman dan menemukan portal ini. Tiba-tiba aku masuk ke
dalam portal ini”, kata ku.
Setelah
sekian lama berbincang-bincang, malam pun tiba. Aku terpaksa tinggal disana
untuk sementara.
Pagi
harinya tiba-tiba terjadi keributan. Ternyata ada bangsa lain yang menyerang dunia
Peri ini. Kami pun bertarung untuk mempertahankan dunia Peri. Setelah sekian
lama, akhirnya kami pun menang melawan bangsa lain itu. Dunia Peri pun
terselamatkan.
Karena
sudah waktunya aku pulang, aku pun berpamitan bersama mereka dengan
rakyat-rakyat di dunia itu. Mereka juga mengucapkan terima kasih karena telah
membantu mereka.
Besoknya,
saat sekolah aku menceritakan semuanya kepada Aurel tentang kejadian kemarin.
Ternyata Dunia Peri itu menyenangkan juga.
-
TAMAT -
