ARSYAD ISLAMIC SCHOOL: MENDIDIK ANAK MENJADI PEMIMPIN
Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya kelak menjadi seorang pemimpin, seorang yang dihormati dan diikuti oleh orang lain karena kebijaksanaan dan keteladanannya. Namun, tidak semua orang tua yakin bahwa anaknya kelak akan tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin seperti keinginan mereka. Masih ada keraguan karena sebagian orang tua meyakini bahwa seorang pemimpin itu tidak dibuat, tetapi dilahirkan, sehingga orang tua hanya bisa berharap dan berdoa semoga sosok yang lahir dari mereka adalah sosok pemimpin tersebut.
Pada banyak buku dan artikel menyebutkan beberapa karakter seorang pemimpin, yaitu mempunyai visi yang kuat, mandiri, dapat bekerja sama, matang secara emosi, pembicara yang fasih, dapat memberi tauladan, disiplin, pembelajar, dan lain-lain. Dengan beberapa karakter tersebut orang tua dapat mulai membimbing anaknya sedini mungkin untuk menstimulasi munculnya karakter-karakter yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua:
1. Mendidik anak untuk mempunyai visi.
Visi adalah impian besar yang akan dicapai pada masa yang akan datang. Seorang anak yang sering berimajinasi tentang bayangan-bayangan besar keinginannya biasanya akan tumbuh menjadi anak yang mempunyai keinginan yang besar. Disinilah peran orang tua untuk memberi rangsangan kepada anak agar berimajinasi tentang kehidupan-kehidupan yang kadangkala mungkin kurang masuk akal bagi orang tua. Menghormati imajinasi dan mau mendengar khayalan mereka adalah sikap yang baik bagi tumbuhnya sosok yang bervisi.
2. Mendidik anak untuk mandiri.
Pribadi yang mandiri hanya dapat berkembang pada keluarga yang memberi kesempatan kepada anaknya untuk berlatih memutuskan hal-hal kecil secara mandiri.
3. Mendidik anak agar mempunyai emosi yang matang.
Pribadi ini akan tumbuh dari orang tua yang juga mempunyai kematangan emosi. Orang tua yang tidak selalu bersikap reaktif terhadap perilaku anak yang kadangkala menjengkelkan hati. Namun justru perilaku-perilaku tersebut dijadikannya sebagai sarana untuk membangun karakter positif bagi sang anak.
4. Mendidik anak untuk bekerja sama. Seorang pemimpin yang bijaksana mempunyai penghormatan tinggi terhadap setiap ide dan kontribusi bawahannya sehingga ide dan kontribusinya juga mudah diterima oleh para bawahannya. Keluarga yang mampu membangun iklim saling menghormati diantara para anggotanya cenderung akan mudah membangun karakter kerjasama dalam berbagai hal.
5. Mendidik anak menjadi teladan. Sosok yang layak diteladani hanya tumbuh dan berkembang dari orang tua yang layak untuk diteladani pula. Sangat sulit bagi seorang anak untuk menjadi teladan bagi orang-orang di sekelilingnya jika ia sendiri belum menemukan pribadi yang baik untuk di teladani pula.
6. Memiliki Mentalitas Menghadapi Masalah.
Sikap mental untuk menghadapi dan menyelsaikan masalah ini perlu dipupuk dalam mengajari anak menjadi pemimpin. Seorang pemimpin bukanlah orang yang mudah lari dari masalah,karena pemimpin pada hakikatnya adalah pelayan dari orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin akan senantiasa bertemu dengan masalah. Dari masalah kecil hingga masalah besar dan rumit. Dengan memiliki mentalitas menghadapi masalah sejak kecil, diharapkan saat dewasa akan menjadi pemimpin yang hebat.
By: Umi Reza
ARSYAD ISLAMIC SCHOOL PEKANBARU
Informasi Sekolah: 08117575303
