BERANI TAMPIL BEDA DENGAN BERKARYA di ERA COVID-19
Mengingat pesan Bung Karno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Setiap mendengar pidato Bung Karno, Semangat Nasionalisme dan berjuang selalu berkobar. Pidato tersebut menunjukkan peran pentingnya generasi millenial bagi kemajuan suatu bangsa.

Generasi sekarang, identik dengan sebutan Gen Y atau Generasi Millenial. Apa sih Generasi Millenial itu?
Generasi Millenial adalah Generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980 hingga awal tahun 2000. Generasi ini tumbuh dan berkembang dizaman era yang canggih dengan kecepatan teknologi dan akses informasi yang sangat mudah didapat hanya dengan sentuhan via layar smartphone. Generasi millenial juga punya banyak keunggulan dibandingkan generasi sebelumnya. Sangat berbeda dengan generasi dahulu, baik dari segi semangat, motivasi, pekerjaan dan idealisme. Generasi Millenial memiliki ciri khas pemuda yang aktif dan menyukai tantangan dalam mewujudkan mimpinya, mereka bekerja bukan hanya untuk mencari uang, namun proses belajar untuk mencari pengetahuan, pengalaman, relasi dan kesempatan. Generasi Millenial selalu mencari hal-hal yang disukainya (passion) dan berani beda dengan orang lain.
Nah teman-teman, Sampai kapan kita selalu jadi follower yang menjadi pengikut dan konsumen? Bagaimana kalau kita sendiri yang menjadi pemain utama (aktor) sebagai pencipta produk, yang karya nya bisa dinikmati banyak orang?
Yang membedakan kita dengan yang lainnya adalah “Karya”. Seharusnya Generasi millenial bisa memanfaatkan potensi dalam menciptakan karya baru, apalagi pada masa pandemi Covid-19. Karya bisa dalam berbagai macam bentuk, seperti aplikasi, karya tulis, karya seni berupa makanan maupun pemikiran/ide yang menjadi sebuah aksi nyata. Karya yang unik akan membedakan kita dengan yang lain. Sebagai contoh, berkarya sambil berbinis dengan
karya seni berupa makanan yaitu, dengan melalui kegiatan memasak.
Selama pandemi kegiatan memasak menjadi salah satu yang paling digemari bagi setiap kalangan, hitung-hitung belajar dan menambah konten menarik di media sosial. Kegiatan memasak ini menjadi kegiatan yang menyenangkan dan alternatif untuk memenuhi hasrat menikmati jajan di luar. Masakan yang biasa dibuat tak luput dari makanan atau minuman yang sedang trending, contohnya dalgona coffee. Apalagi, menjelang Idul Fitri yang erat dengan kue-kue kering menjadi pilihan belajar memasak saat ini. Kalau berhasil, bisa menjadi bisnis penyedia kue-kue kering yang dipesan pre-order nantinya, cukup untuk tambah-tambah income selama masa pandemi.
Jadi, jangan mati gaya selama menunggu berakhirnya pandemi hanya dengan rebahan, atau aktif di media sosial.Sudah waktunya untuk produktif saat pandemi sebagai ajang pengembangan diri dan penemuan skill baru yang selama ini terpendam. Mana tau, sesudah pandemi ini kita mendapat gelar baru sebagai pelukis, koki, atau bahkan Podcaster. Bonusnya, kegiatan itu dapat menjadi income bagi kita, hitung-hitung tambahan untuk jajan skincare hehe. Menyenangkan bukan? bekerja karena hobby, bekerja karena passion, yang utama bekerja karena senang.
Generasi Millenial harus bisa membuktikan dengan karya nyata yang berkualitas dan menunjukkan kapasitas dirinya, ikut ambil peran agar bisa berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Bukankah, manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat dengan sesamanya?. Hidup hanya sekali, jangan sampai ketika kita sudah masuk kedalam liang lahat, tidak ada karya-karya kebaikan yang bisa kita tinggalkan dan berguna bagi masyarakat umumnya.
“Jadi, teman-teman mau jadi orang yang biasa-biasa saja atau berbeda?”
Yuk generasi milenial berani tampil beda dengan berkarya!
