GENERASI MILLENIAL DI TENGAH ERA COVID-19
Generasi millenial, Apa yang kamu pikirkan saat pertama kali mendengar kata tersebut? Sebelum kita masuk ke topik utama kita, Mari mengenal “Generasi millenial” terlebih dahulu.
Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe. Millennial generation atau generasi Y digolongkan berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi ini terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 2000, dan seterusnya.
Dikatakan Generasi millenial adalah generasi yang lebih berwawasan sipil dengan empati yang kuat terhadap komunitas lokal dan global. Strauss dan Neil Howe menjelaskan, ada tujuh karakter Millenial yaitu : Spesial, terlindungi, percaya diri, berwawasan kelompok,konvensional, tahan tekanan dan mengejar pencapaian.

Oleh karena itu, sesuai dengan tujuh karakter Generasi millenial tersebut, di tengah pandemi Covid ini, Generasi muda atau milenial harus tetap aktif dan berkarya di masa pandemi Covid-19 ini. Karena di era wabah virus corona ini telah membuat aktivitas di berbagai bidang kehidupan terganggu. Banyak keadaan ekonomi yang menurun, tak sedikit juga pekerja yang di PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja) dan tak sedikit juga yang langsung menutup perusahaan mereka. Bahkan perusahaan besar sekalipun.
Untuk menangani peristiwa tersebut, Generasi millenial harus gesit melakukan berbagai hal untuk mendapatkan penghasilan tambahan. seperti membuat bisnis kecil-kecilan, dengan menjual berbagai barang yang sedang trending agar lebih cepat menarik perhatian para consumer. Misalnya usaha kecil seperti membuat kue, menjual skincare, baju, atau menjadi dropshipper. Atau pun barang yang sedang diperlukan di tengah pandemic ini seperti strap mask karya kita sendiri, sekalian untuk mengasah kreatifitas kita. Hingga seperti membuat toko, online shop ataupun café. Semoga pandemic ini segera berakhir.
