Hikmah: Tiada Merugi Seorang Hamba yang Mencari Ridha Allah
Seringnya perjalanan yang kita lalui adalah bentuk kesulitan dari banyak kesulitan lainnya. Satu diantara kesulitan yang sering kali seorang hamba Allah keluhkan adalah saat ia berada diantara dua pilihan. Pilihan yang terkadang harus ditimbang baik atau buruknya, kebanyakan manusia tentunya akan memilih pilihan yang dianggap baik olehnya, atau mengikuti pilihan mayoritas manusia yakni memilih suatu pilihan yang sangat menguntungkan tanpa menimbang apa Allah ridha?. Benarkah akan menguntungkan?
Mari sejenak kita ambil hikmah dari kisah nyata seorang hamba Allah yang berprinsip teguh pada aturan Allah.
Bagaimana kisahnya?
Dikisahkan, suatu hari ada seorang guru. Guru tersebut mendapatkan sebuah hadiah. Tentunya bagi seorang manusia biasa, hal ini terasa sebagai keberuntungan dan rizki yang tidak boleh ditolak. Namun, beda dengan yang dirasakan oleh guru ini. Ia merasa begitu bimbang dan penuh keraguan-raguan. Ia merasa apa yang ia dapati bukanlah sesuatu yang pantas ia miliki. Melainkan ini adalah suatu subhat.
Berbagai pendapat ia dapati. Sebagian mengatakan itu haknya, dan sebagian lagi mengatakan ia tidak boleh menerimanya tanpa landasan yang jelas. Lagi, lagi dan lagi ia masih disibukkan dengan kebimbangan. Bukan karena ia tidak menyukai hadiah tersebut, melainkan ia takut hadiah tersebut justru membuat Allah tidak menyukainya.
Maka, untuk menenangkan hatinya yang bimbing, pergilah ia menemui seorang guru yang paham akan masalahnya. Pada gurunya tersebut, ia bercerita tentang kisah dan masalah yang ia sedang alami. Setelah mendapatkan penjelasan tentang masalahnya. Kemudian yakinlah ia bahwa hadiah tersebut memang tidak bisa ia miliki. Maka dengan keikhlasan ia merelakan hadiah tersebut. Pastinya, pilihan yang ia ambil akan disesali banyak manusia. Namun, ia tidak peduli. Karena ia percaya sesuatu yang ditinggalkan karena Allah akan mendapatkan ganti rugi yang lebih baik lagi. Benar saja, janji Allah adalah nyata. 1 Ramadhan di malam penuh kemuliaan, semua keikhlasan guru tersebut diganti Allah dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Yah, beberapa hari setelah kejadian itu, guru tesebut mendapatkan hadiah yang nilainya lebih besar 15 kali lipat dari apa yang sebelumnya ia dapati kemudian ia kembalikan.
Maa syaa Allah, ini adalah buah keikhlasan dari seorang hamba Allah yang setiap kehidupannya ia suguhkan untuk Allah. Hikmah dari keteguhan hati seorang hamba Allah yang segala sesuatu ia lakukan ingin selalu dalam keridhaan Allah, maka Allah senatiasa memberikan keberkahan pada hidupnya.
Apa yang bisa kita simpulkan?
Benar sekali, bahwa setiap hamba Allah yang teguh dengan mencari keridhaan Allah, tidak akan pernah merugi apa yang dilakukannya meskipun terkadang tampak sangat menyulitkan. Maka jalanilah serta arungi kehiduan ini dengan segala sesuatu yang Allah Ridhai, insyaa Allah akan penuh keberkahan.
Barakallahufiikum
Catt: MF_Arsyad
ARSYAD ISLAMIC SCHOOL PEKANBARU
Informasi Sekolah: 08117575303
