Hikmah Buah Jambu, Ulat dan Guru Arsyad Islamic School Pekanbaru
Dikisahkan oleh Ustadz Fachrur Rozi, semoga Allah senantiasa memberkahi beliau.
Di ceritakan, di halaman belakang sekolah Arsyad Islamic School Pekanbaru, ada satu pohon jambu yang tengah berbuah.
Kala itu seorang guru bersama seorang murid tengah mengobrol santai, sambil berjalan ke arah pohon jambu tersebut. Lalu, Sang gurupun berhenti di bawah rindangnya pohon jambu.
Melihat pohon jambu yang sedang berbuah, sang guru meminta muridnya itu untuk memetik satu buah jambu dari pohon tersebut. Si murid dengan patuh menuruti permintaan sang guru. Murid itu lalu memetik satu buah jambu yang tampak manis dipandang.
Tanpa ia ketahui, buah jambu yang ia petik di dalamnya terdapat seekor ulat. Sang guru yang mengetahuinya, kemudian bertanya pada sang murid.
"Taukah antum hikmah dari semua ini?".
Sang murid hanya diam tanpa tau jawaban dari pertanyaan sang guru.
Sang guru kembali bertanya, "Ataukah antum tau, di antara keduanya siapakah yang duluan ada, buah jambu ataukah ulat?"
"Buah jambu. Yang duluan ada adalah buah jambu," jawab sang murid dengan percaya diri.
"Kenapa?"
Lagi-lagi, pertanyaan sang guru membuat muridnya terdiam dan sekali lagi ia menggelengkan kepalanya.
"Antum benar. Buah jambu adalah yang duluan ada. Ini karena buah jambu merupakan rezeki bagi sang ulat. Sama halnya dengan rezeki pada manusia. Bahwa rezeki bagi manusia itu sudah ditetapkan oleh Allah sebelum manusia terlahir ke dunia ini. Karena itulah, jangan kita takut untuk kehilangan rezeki dan sebagainya, sebab Allah telah menetapkan rezeki bagi kita, bahkan sebelum kita ada. Tugas kita hanya berusaha dan berdo'a untuk menggapainya," jelas sang guru.
Si murid pun menyimak nasehat guru dengan tekun dan menyimpannya baik-baik di hati.
Ingatlah bahwa kita hamba dari Sang Maha Kaya, maka jangan takuti akan kemiskinan. Ingatlah kita hamba dari yang Maha Kuasa, maka jangan lelah berusaha untuk memperbaiki sesuatu atau mencari rezeki, Allah Maha Kuasa merubahnya, kita hanya perlu untuk jangan berhenti dalam berusaha dan ingatlah Rabb kita adalah Maha Pengasih, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, maka janganlah berputus asa dari rahmat-Nya. Genapkanlah usaha, sempurnakan ikhtiar lewat do'a dan yakini Janji-Nya. Semoga keberkahan dan kesenangan hidup senantiasa kita dapati, aamiin.
*MHS
