Menjadikan Nabi Muhammad Sosok Idola Genarasi Muslim
Kemajuan zaman berbanding terbalik dengan akhlak manusia. Perkembangan teknologi telah bertolak belakang dengan pengetahuan umat tentang Rabb dan Rasulnya. Pernyataan ini bukan sekedar teori melainkan fakta yang tersaji dalam dunia pendidikan saat ini.
Banyak generasi muslim yang lupa tujuan hidupnya dan salah memaknai kehidupannya. Sosok idola kini menjadi kiblat kehidupan bagi generasi muslim. Membenarkan apa yang salah dan membela mati-matian apa yang dianggap benar oleh idola mereka. Mirisnya, idola mereka pun tak mampu menjanjikan kebaikan apapun terhadap dunia dan akhirat mereka. Mereka dibutakan oleh ketampanan rupa dan bakat semata.

Fakta demikian menjadi materi dalam rumusan masalah dunia pendidikan, terkhusus pendidikan muslim. PR bagi setiap tokoh pendidikan untuk menyiarkan kembali sosok suri tauladan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Sosok yang berhasil memberikan makna hidup bukan keduniaan melainkan penghambaan pada Allah untuk menuju akhirat. Yang telah merubah dunia yang gelap menjadi terang, sulit menjadi mudah, berat menjadi ringan dan dunia yang jahil jadi lebih baik lagi. Bukan sekedar pengakuan umat muslim melainkan mereka tokoh-tokoh barat pula.
Melalui acara peringatan Maulid Nabi hari ini, sosok Nabi Muhammad yang menjadi Rasul pemimpin umat kembali ditanamkan bagi setiap hati dan jiwa di Arsyad Islamic School. Melalui materi yang disampaikan ustadz Ahmad Riadi Hasibuan tentang mengenal silsilah, ketauladanan maupun ciri fisik nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, semoga menjadi penguat keimanan dan peningkat ketakwaan bagi student dan guru arsyad islamic school untuk kembali meneladani dan mengidolakan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam.
Aamiin.
