Ngabuburit ala Santri Arsyad Islamic School
Bukan hal yang tabu lagi, ramadhan menjadi ajang perlombaan muda mudi untuk saling "mengingati iba - dah" dengan sebutan asrama subuh (asbuh) yang beragenda jogging subuh sambil bermain mercon. Lain subuh, lain maghrib, menjadi hal yang membosankan ketika menunggu beduk berbuka, ngabuburit dan konfoi ta'jil menjadi jadwal rutin sore. Tidak ketinggalan ajang silaturrahmi menjadi visi misi dalam perkumpulan buka bersama yang terkadang melewati batas waktu shalat maghrib hingga lupanya tarawih. Miris memang, tetapi beginilah fakta yang ada. Bukan lagi perkara ibadah melainkan sudah "iba-deh".

Alhamdulillah, di Arsyad Islamic School, santri Boarding Arsyad dibina untuk memulai dan mengakhiri waktu puasa dengan Al-Qur'an. Santri Boarding memberikan versi ngabuburit yang melawan "arus zaman now" ini. Menyajikan hal yang berbeda, bahkan di tengah genangan hujan, pulahan santri membentuk kelompok sambil menenteng Al-Qur'an bertadarrus bersama. Bukan sekedar membaca, melainkan berusaha bersama untuk dapat mentadabburi serta memahami makna Al-Qur'an yang dipimpin oleh Ustadz Fargholie.

Maa syaa Allah, tentunya ini menjadi pemandangan yang dirindukan bagi setiap Ayah Bunda yang memimpikan putra putri shaleh dan shaleha. Bukan mereka yang sibuk bermain handphone hingga lupa waktu shalat. Melainkan mereka yang sibuk membaca Al-Qur'an dan bersiap saat panggilan adzan.
Bukan mereka yang lelah begadang bersama gadget hingga ketinggalan adzan subuh. Tetapi mereka yang sayu mata karena bacaan lembaran Al-Qur'an lalu menyempati bangun untuk tahajud.
Maa syaa Allah, tempat dan lingkungan di mana anak tumbuh merupakan bagian dari pendidikan karakter mereka pula. Maka beruntunglah saat ananda kita berada di lingkungan yang Allah tujuannya dan ibadah pekerjaannya. Alhamdulillah.
